Bran Sibarani's Blog

Welcome Back

My photo
Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia
Hallo , My name is Bran Sibarani I am a student in 5 High School Balikpapan (SMALA BALIKPAPAN) on East Borneo , Indonesia And now i get into XI SCINCE 3 in that school. Always take your hope in God. And God Bless You All ... :] follow and add me in my Twitter and My Facebook the name of all is Bran Sibarani :] thank you

17 Agustus

Hymne Balikpapan

Wednesday, February 24, 2010

Cerpen buatan Bran Sibarani

TEMAN SEBANGKU KU YANG PENDIAM

Aku bergegas memasuki pagar sekolah. Hari ini adalah hari yang sangat ku sukai. Karena pelajaran pertama hari ini adalah Akuntansi. Tapi ternyata aku sudah terlambat 10 menit dan guru BK yang bernama bu Emmi Sitanggang. Saat itu melihat ku sedang berlari menuju ke kelas. Tapi tiba-tiba ia teriak memanggilku dan berjalan menuju ku. Langkah lariku pun terhenti sejenak. Kemudian ia memahari ku di jalan menuju kelasku gara-gara aku terlambat sudah lebih 10 menit. Untung saja hanya sebentar aku dimarahinya.
Kemudian aku bergegas lari menuju kelas. Yah, ternyata guru Akuntansi yang bernama bu Nanik sudah masuk ke kelas duluan. Biasanya, kalau aku sudah terlambat seperti ini, pasti selalu ditanya-tanya sama bu Nanik seperti ini “Kenapa kok bisa terlambat,Bran ? Bangun kesiangan ya ?” Tapi sebelum masuk ke kelas tadi. Aku berpikir dahulu, “Bagaimana ya cara supaya aku tidak ditanya-tanya sama bu Nanik ?” Tiba-tiba aku teringat zaman SD ku dulu. Saat aku terlambat masuk ke kelas juga. Aku ingat saat itu aku duduk di kelas tiga SD dan kelasku masuk siang.Saat aku SD,aku sering terlambat pergi ke sekolah. Setiap terlambat aku selalu berusaha tidak dimarahi sama guru. Ada saja cara jituku untuk tidak dimarahi sama guru. Yaitu 5S (Senyum,Sapa,Sopan,Salim dan Santun). Jadi sambil masuk ke kelas ku tersenyum kepada guru yang mengajar,kemudian menyapa dan berusaha selalu sopan dan santun serta tak lupa aku menyalimi tangannya. (Masih ku ingat cara itu sampai sekarang).
Setelah aku masuk ke kelas,aku berjalan menuju tempat duduk yang biasa ku duduki. Tiba-tiba aku terkaget karena ada sesosok wajah yang tak pernah ku lihat sebelumnya.Ia amat asing bagiku.Dan ternyata orang itu duduk di sebelah bangku yang biasa ku duduki.”Apa itu anak baru yang sering dikatakan anak-anak,ya?”(kataku dalam hati). Aku baru tahu kalau ada anak baru di kelasku.Karena saat itu aku baru masuk sekolah dan selesai dari liburan sekaligus menghadiri pernikahan sepupuku di Medan.
Tapi di tempat dudukku itu sudah diduduki oleh Wakhid.Temanku yang sering dibilang autis sama teman-teman satu kelas.Karena si Wakhid sudah duduk di tempat dudukku, jadinyai aku duduk di sebelahnya Venky.Dia adalah temanku dari TK,SD,SMP sampai SMA juga.Jadi agak bosen sih melihat mukanya.Itu lagi,itu lagi.
Hari itu,aku belum berbicara apa-apa sama sesosok lelaki asing yang ada di kelasku itu. Kata teman-temanku,si anak baru itu namanya Komang,asalnya dari Bali dan suaranya sangat kecil. Terus katanya temanku yang namanya Irfa’an , “Anak baru itu kalau diajakin ngobrol gak nyambung,Bran.Kalau ditanya A jawabnya B bahkan bisa D.”(sambil ketawa ia berkatakepadaku).
Kemudian esok harinya, aku terlambat lagi.Tapi untungnya aku bebas dari guru piket yang menjaga di jalan yang sering ku lewati.Serta tak ada juga bu Emmi Sitanggang saat aku berjalan menuju ke kelas.Aku pun langsung masuk ke kelas tanpa ada yang menghalangiku.Untung saja belum ada guru yang masuk.Jadi gak 5S lagi.Memang saat itu ialah hari yang menyenangkan bagiku.Karena aku bebas dari semua guru yang suka memarahi ku kalau aku terlambat. Kemudian aku berjalan masuk ke kelasku seperti biasanya.Saat itu,aku melihat di tempat duduk yang biasa ku duduki. Ada anak baru itu lagi,ia duduk lagi di samping tempat duduk ku.Kemudian aku menaruh tasku di atas meja.Dan setelah itu aku pun duduk.Kemudian aku bertanya kepadanya “Hai,nama mu siapa ?” “Komang, kalau kamu ?”(balasnya) “Apa ?” (balasku) “Kok, suaranya terdengar kecil sekali ya”(kataku dalam hati). Lalu ia berkata dengan suara yang agak keras “Namaku Komang”. Kemudian dia berkata lagi “Kalau kamu ?” “Bran”(jawabku) “oohh” sambil mengangguk balasnya. ”Pindahan darimana ya ?”(ujarku) “Bali” “Oooh,Napa kamu pindah ke sini,Mang?” “Ada masalah,Bran” “Masalah apa memangnya ?” “Aku suka ngebolos di Bali,jadi aku pindah aja ke sini” jawabnya dengan medok Jawanya yang khas itu.Lalu ku berkata “Gak jelas,masa pindah gara-gara bolos,aneh-aneh aja nah Komang ini”.Tapi dia tidak ada membalas kata-kataku tersebut.
Tapi aku tetap agak merasa aneh dengan suara medoknya yang amat kecil frekuensinya itu.Suaranya itu amat berbeda dengan teman-teman cowokku yang lain,yang suaranya keras dan lantang.Kalau yang satu ini sudah pelan,medok pula.
Sebelumnya sih,temanku Rico,Irfa’an,Tomi,Reza dan Angga bilang kalau suaranya kecil sekali dan kalau diajak bicara gak nyambung.Saat itu sih,aku belum percaya,karena aku belum dengar dan lihat langsung secara jelas si Komang itu.Kan perlu adaptasi.
Kemudian tiba-tiba,datanglah guru Geografi yang menggantikan pak Amir yang dimutasi ke SMAN 7.Nama guru tersebut ialah Emmiyati. Biasa dipanggil bu Emmiyati. Saat memulai pelajaran di kelas. Ia bekenalan dahulu dan menceritakan suka duka yang ia alami dengan guru-guru yang dimutasi tersebut,khususnya pak Amir dan pak Tenes. Ia pun berkata diakhir perkenalannya itu “Apakah tidak boleh SMAN 5 punya 2 guru Geografi ? Karena saya tidak mampu kalau mengajar mata pelajaran Geografi dari kelas satu sampai kelas tiga sendirian. Apalagi kelas tiga sebentar lagi UAN”. Ia pun berkata kalau sebenarnya ia tidak setuju dengan mutasi tersebut. Karena menurutnya mutasi guru berbeda dengan mutasi pegawai pemerintahan atau kantor. Kalau di sekolah, menurutnya dalam pelajaran penting adanya interaksi yang kuat antara guru dan murid. Jadi kalau guru yang amat dicintai murid-murid itu pergi tanpa melakukan kesalahan dan dimutasi. Tidak heranlah kalau para murid-murid demo besar-besaran di sekolah.Setelah bercerita panjang lebar, mulailah bu Emmiyati menerangkan pelajaran.
Di saat pelajaran berlangsung pun, Si Komang selalu mengajak ku mengobrol dan aku pun menanggapinya dengan mengangguk dan tertawa ringan saja.Karena suaranya amat kecil dan susah dimengerti.Karena susah dimengerti itu membuat ku selalu menundukkan kepalaku ke arahnya,supaya kata-kata yang ia ucapkan terdengar jelas. Aku sih memaklumkannya saja,walaupun terlalu sering ku memaklumkannya.Setiap orang kan harus perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.Makanya aku memaklumkannya saja.
“TENG-TENG-TENG”. Bel istirahat pun berbunyi.Seperti biasanya,aku pun bergegas keluar dari tempat duduk ku dan menuju kantin.Tapi sebelum aku keluar menuju ke kantin.Aku mengajak si Komang ke kantin juga (supaya agak dekat gitu kesannya). Eh,Tapi dianya tidak menjawab apa-apa.Ya sudah aku diam saja.Kan ada pepatah yang mengatakan “diam itu emas”. Karena aku malas menegurnya dan sok akrab dengannya. Aku keluar saja dengan temanku,Rico.Rico itu teman baruku di SMA ini.Tapi tiba-tiba aku dan Rico tidak jadi ke kantin,karena Cahyo dkk mengajak untuk makan gado-gado bersama di kelas.Kemudian aku dan Rico ikut saja makan gado-gado bareng dengan teman-teman sekelasku yang laki-laki.
Eh,ternyata si Komang juga pesan gado-gado.Nah,saat kita makan gado-gado bareng di kelas itu. Baru dia bisa mengeluarkan suaranya dan bercanda-canda barengsama anak-anak di kelas.Ku pikir anaknya memang pendiam dan susah diajak ngobrol. Eh,ternyata tidak juga.Malah suka melawak seperti Sule di OVJ.
Jadi ingat kata-kata ini “Makanya, Lihat orang itu jangan dari luarnya!”
Hari lepas hari,di kelas aku sering melihat si Komang itu suka bertingkah laku agak aneh.Kadang aku lihat dia megang-megang hp sambil merangkul orang seperti mau memeluk.Dan yang dirangkul itu si Wakhid,Tommi,Reza atau teman-teman cowokku yang lain.Nah,disitu aku melihat keanehan yang ada di dalam dirinya.Saat aku melihat pemandangan yang aneh itu.Di samping ku ada Rico,kemudian aku berkata kepada Rico ”Apa dia homo ya,Ko?” “Kayaknya ia deh Bran,habisnya dia suka aneh-aneh sih di kelas,kayak homo aja.” “Hahaha” Aku dan Rico pun tertawa. Tapi terkadang aku dan teman-temanku yang cowok suka mengejek si Komang kalau dia itu seperti seorang Homo.Pertama-tama sih,dia tidak marah.Tapi lama-kelamaan ia marah juga.Mungkin karena keseringan kali.Pernah aku hampir berantem sama dia cuma gara-gara olok-olokan itu.
Saat berantem itu,ia bilang “Awas kamu nanti,Bran.Ku bunuh kamu kalau kamu membuat hatiku hancur lagi”. Aku pun tak menghiraukan kata-katanya itu.Karena ku anggap itu main-main.
Dua hari kemudian………
Akhirnya ia pun mengaku,kalau dia itu adalah seorang HOMO. Ia menerangkan latar belakangnya dia menjadi seorang homo. Yaitu karena ia sering melihat cowok bule di Bali yang seksi-seksi dan ganteng-ganteng menurutnya.Jadi dari situ timbullah rasa dalam hatinya untuk menyukai cowok-cowok yang menurutnya cakep di sekelilingnya.
Aku pun amat terkaget mendengar hal itu.Lalu aku berkata “Awas kamu mau behomoan sama aku,ku injak kamu nanti”. Tiba-tiba raut mukanya itu berubah menjadi agak aneh.Lalu aku berkata lagi “Maaf ya,Mang, kalau kata-kataku tadi nyakitin”. “Ia,gak apa-apa ko”(ujarnya) “Terus, kenapa mukamu merengut gitu ?” “Aku malu sama semuanya,aku kan cowok.Tapi kok suka sama cowok juga.”(ujarnya lagi). “Ya udah,kalau kamu tahu begitu ya kamu berubah aja seperti orang normal, Mang. Kamu itu dilahirkan cowok jadi gak pantas kamu suka sama cowok juga.” “Tapi aku sudah suka banget Bran sama cowok,aku gak bisa menghilangkan itu.Pokoknya aku tetap suka sama cowok,sembarang kamu mau ngomongin aku apa.Tapi aku suka Cowok ! Kamu mau apa ?” kemudian ku membalas “Ya sudah,itu kan keputusanmu.Aku Cuma kasih jalan terbaik aja sih.Kamu gak mau ikut.Ya udah.Sembarang kamu aja kalau mau masih jadi Homo.”
“Berubahlah dari sikapmu yang selalu membuatmu rugi dan Ubahlah semua pikiranmu yang selalu mengganggu hidupmu serta Jangan kau biarkan Iblis menghancurkan hidupmu dan membuat dirimu menjadi sia-sia di dunia ini.”
Malam setelah itu,aku mendapat sms dari Komang yang bunyinya seperti ini “Bran,sebenarnya aku sudah suka sama kamu dari awal melihatmu,mau gak kamu jadi pacarku.Kalau kamu gak mau,aku bakal bunuh diri di Jembatan Penyeberangan BC.Kalau kamu gak datang sekarang.Aku bakal lompat ke bawah.Cepat datang ke sini.Aku memohon padamu.”
“HAAAAAHHHHHHH” Aku pun terkaget setengah mati melihat sms itu.Gelas yang tadinya ku pegang jatuh ke bawah lantai dan pecah.Lalu aku berkata sendiri “Loh,jadi dia suka sama aku.Kalau dia mati,mati pulalah aku,aku kan habis dismsin sesuatu sama dia.Nanti polisi nangkap aku lagi,baru aku dipenjara.Mampuslah aku.Pergi gak ya? Kalau gak nanti aku dipenjara,tapi kalau ia aku malah jadi pacarnya.Ahh,gimana dong”(Aku sangat bingung setengah mati saat itu.Tapi nanti aku bakal ngomong aja sama dia secara baik-baik aja.”
Dengan tergesa-gesa,aku menyetir mobilku dan menuju ke BC dengan kecepatan maksimal ……
Di sana,sudah banyak orang yang berkumpul melihat Komang sedang ingin melompat di luar pagar pembatas.Aku pun berlari menuju ke sana.Lalu aku berkata kepada polisi yang ada di sana “Pak,orang yang di atas itu teman saya. Bolehkah saya ke atas sana membujuknya turun ?” Pak polisi tersebut dengan agak lama berkata “emmm…Iya silahkan bujuk saja dia turun”. Kemudian aku berlari menaiki tangga penyeberangan yang banyak itu.Hentakkan kakiku yang berlari sangat terdengar jelas saat itu.Sampailah aku di atas Jembatan Penyeberangan itu.Lalu pelan-pelan aku berjalan menuju Komang yang berdiri tegak di luar batas pegangan Jembatan Penyeberangan itu.
“Komang ! Ayo naik “ (sambil mengulurkan tanganku). “Aku gak mau naik kalau kamu gak mau jadi pacarku.”(balasnya). Orang-orang di sana terheran-heran mendengar kata-katanya Komang itu.Lalu aku berkata “Gila aja kamu, kamu tuh cowok.Aku juga cowok,ga usah gila deh.” “Aku gak mau,pokoknya aku mau kamu bilang iya, titik” Mampus aku,tambah gila aja nih anak (kataku dalam hati).
Lalu tiba-tiba,datanglah polisi yang tadi ku temui sebelum naik.Ia membisikanku untuk menuruti kata-kata si Komang tersebut.Tapi Polisi itu bilang,setelah si Komang turun.Komang akan dibawa ke RSJ yang ada di Samarinda.”Oh,baguslah kalau begitu,pak polisi.” Itu yang ku katakan setelah Polisi tersebut mengatakan hal itu kepada ku.
Berjalanlah aku ke jalan yang akan membuatku amat malu itu………
Dengan semua mata tertuju kepada ku. Aku berkata dengan agak nyaring kepada Komang.”Komang ! Iya” “Iya apa,Bran?” (ujarnya) Sebelum aku berkata lagi, aku melihat ke bawah dan ku lihat polisi itu menganggukkan kepalanya seperti aba-aba yang menyemangati aku.
Dengan suara yang keras,ku berkata mendekati si Komang “Komang ! Iya,aku mau jadi pacarmu” (Itu adalah hal yang menjijikan yang pernah ku ucapkan seumur hidupku) Lalu Komang berkata “Apa ? aku ingin mendengar lagi dengan sekencang-kencangnya” Untuk kedua kalinya ku ucapkan kata-kata yang menjijikan itu.”Komang ! Iya,aku mau jadi pacarmu.”
Kemudian aku melihat raut muka si Komang yang penuh keceriaan datang kepadaku dan memelukku erat. Sungguh tak pernah ku bayangkan,aku dipeluk oleh orang yang jenisnya sama denganku dan ia menyukaiku.Tapi,tiba-tiba aku merasa amat pusing dan lemas serta mataku berbayang dan ku rasakan juga ada darah yang mengalir deras dari perutku.Dan aku melihat sebilah pisau tajam tertancap di perutku,serta aku mendengar suara tawa yang amat gembira dari mulut si Komang.
Setelah pisau tajam itu tertancap,pikiranku amat kosong dan gelap.tapi aku melihat bayangan polisi-polisi berseragam coklat dan orang-orang berjubah putih bersih berlari-lari menuju ke arahku.
Tiba-tiba,aku melihat Komang terpeleset dan jatuh ke bawah karena sangat riangnya melihatku tertusuk.Ia melihat ku seperti melihat kelinci yang kesakitan karena terkena busur.Aku pun teringat dengan kata-katanya “Awas kamu nanti,Bran.Ku bunuh kamu kalau kamu membuat hatiku hancur lagi.”
Ya ampun,ternyata si Komang sakit hati sama aku.Ia berkata sungguh-sungguh saat itu.Sungguh ku tak percaya ini.
Beberapa saat kemudian,……
AKU HANYA MELIHAT LAMBAIAN TANGAN-TANGAN YANG AMAT MENYAYANGIKU SEDANG TERSENYUM DAN AKU MELIHAT CAHAYA PUTIH DI SEKELILINGKU.
Tapi tiba-tiba,aku melihat pak polisi itu memanggilku dalam tidurku itu.Dan aku pun terbangun dari tidurku karena suara polisi itu.Kemudian,pak polisi itu berkata kalau Komang telah meninggal dunia dan telah dikuburkan.Dan saat itu juga,aku merasa senang karena tak kan ada lagi yang mengganggu hidupku di dunia ini.

-SELESAI-

Teman terkadang membuat kita senang dan juga mengecewakan. Tidak usah kau menyesali itu karena itu adalah sebuah pelajaran untuk mu
Jadi , Bersikaplah Tenang.

AND REMEMBER THIS WORD,FRIEND !
friends sometimes make us happy and also disappointed. no need for you to regret because it was a lesson for you. so .... meditate.

1 comment:

  1. Lumayan sebagai pemula.Tapi cerita ini akan menarik lg jika dibumbui dengan hal-hal lain (berimajinasi) dan usahakan tidak memakai nama orang yang sebenarnya agar ceritamu bisa berkembang. Jadikan dirimu sbg Orang pertama. Angkat tema cerita tentang Keanehan sifat temanmu..lalu dibumbui dengan tipe guru yg ada di sekolah..juga hukuman apa yang akan diberikan jika terlambat. Hidupkan alur, suasana dan tokoh/karakternya, jgn lupa amanat apa yg akan disampaikan dari cerita tersebut ke pembaca.

    ReplyDelete